Dikutip Dari RUMBAI (RIAUPOS.CO) - Dalam pada itu, banjir yang terjadi di Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai Pesisir pada Rabu (26/11) sudah surut. Pantauan Riau Pos, Kamis (27/11), tidak ada lagi air yang menggenangi rumah warga. Warga terlihat membersihkan sisa-sisa banjir seperti lumpur yang menggenai rumah mereka.
Akibat sibuk membersihkan rumah mereka beberapa warga terpaksa tidak bekerja, seperti yang diutarakan Megi (38), warga Gang Nusa Indah, Limbungan Baru. “Ya bagaimana mau kerja, rumah saja masih kotor, terpaksa liburkan diri dulu, biar semuanya dibersihkan dulu, karena banyak lumpur yang masuk ke rumah,” sebut ibu dua anak ini.
Dikatakannya, akibat banjir tersebut semua peralatan rumahnya basah, termasuk kasur di dalam kamar. ‘’Ini belum tahu kulkas masih bisa hidup atau tidak karena kemarin terendam, takutnya ada yang korslet,’’ tuturnya.
Hal yang sama juga diutarakan, Edi yang juga lagi membersihkan sisa-sisa banjir di rumahnya. ‘’Ya banyak lumpur, makanya dibersihkan dulu, kami juga bersyukur banjir tidak berlangsung lama,’’ sebutnya singkat.
Kantor Lurah Limbungan Baru yang sempat terendam banjir juga sudah kering, dan aktivitas pelayanan masyarakat sudah dilaksanakan seperti biasa. Namun beberapa berkas kelurahan ikut basah karena terkena air banjir.
‘’Alhamdullah banjirnya sudah surut, memang (banjir, red) karena kiriman saja, karena tanggul jebol. Kantor lurah juga sudah beraktivitas seperti semula,’’ sebut Lurah Limbungan Baru Asparida kepada Riau Pos.
Dikatakannya, untuk mengantisipasi kembali terjadinya banjir pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas PU Pekanbaru untuk melakukan pengerukan terhadap drainase mulai dari simpang traffic light Jalan Paus hingga Jalan Sekolah untuk dibersihkan. ‘’Karena drainase ini cukup dangkal, namun untuk pengerjaan nantinya kami akan berkoordinasi dengan semua pihak agar tidak ada keluhan dari masyarakat,’’ ujarnya.
Sedangkan Camat Rumbai Pesisir Nurhasminsyah mengaku telah berkoordinasi dengan PT Chevron Pacific Indonesia (Chevron) untuk memperbaiki tanggul air yang jebol. Sehingga ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali.
‘’Kami telah berkoordinasi dengan Chevron dan mereka telah melakukan upaya perbaikan tanggulnya,’’ terang Nurhasminsyah.
Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru diminta berkoordinasi dengan pihak Chevron agar kejadian tanggul jebol yang menyebabkan banjir tidak terulang kembali.
‘’Ini (tanggul jebol, red) berdampak pada masyarakat sekitar, dan sebagai langkah antisipasi kami minta Pemko Pekanbaru dan pihak Chevron untuk berkoordinasi mencarikan solusinya, ‘’ kata Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Roni Amriel kepada Riau Pos, Kamis (27/11).
Menurutnya, persoalan jebolnya tanggul dekat Chevron itu bisa saja disebabkan oleh beberapa hal. Mulai dari tingginya curah hujan, derasnya terjangan air, atau kondisi tanggul yang tidak kuat.
Roni menyebutkan, Komisi IV akan melakukan kunjungan lapangan, hari ini. ‘’Insya Allah, Jumat (28/11) pagi sepulang dari Bimtek di Jakarta, kami dari Komisi IV akan kunlap. Setidaknya, selain menampung aspirasi dari masyrakat, kami juga ingin melihat langsung kondisi tanggul. Setelah itu baru bisa tahu apa yang harus didukung untuk pembenahan,’’ ungkap Roni sambil menambahkan akan melibatkan dinas terkait seperti Dinas Bina Marga serta Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (SDA) saat kunlap.(l/h/gus)



0 komentar:
Posting Komentar