Dikutip dari Tribun (Makasar)- Hasil otopsi tim dokter RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar menyebut, almarhum Ari mengalami pendarahan pada selaput lunak otak dan patah tulang tengkorak.
Pastinya, tewasnya Ari karena ada di lokasi bentrok. Lalu, masih menimbulkan tanda tanya, apakah Ari ikut terlibat dalam bentok (pelaku) atau hanya kebetulan ada di lokasi.
Pihak keluarga membantah almarhum Ari ikut terlibat bentrok. "Saat itu dia baru pulang dari rumah tantenya makan siang. Jadi mungkin saat dia pulang dia singgah nonton (bentrok UMI),” kata ayah almarhum, Wahab.
Namun, saat bantahan itu muncul, beredar pula foto seorang pemuda mirip Ari sedang memanah. Foto itu beredar melalui media sosial. Foto pun mampu berbicara, lebih dari 1.000 kata.
Tak hanya foto yang muncul terkait tewasnya Ari, namun juga video. Masyarakat punya penafsiran masing-masing.
Pasca Terjadinya Bentrok Mahasiswa UMI makasar dengan Polisi, Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Prof Masrurah mengumumkan pemecatan terhadap empat mahasiswanya yang teribat bentrok dengan polisi dan warga saat demo menolak harga BBM naik di Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis (27/11). Keempat mahasiswa dipecat semuanya mahasiswa Fakultas Hukum.
Sumber Tribun Timur di Fakultas Hukum menyebutkan keempat nama itu dalam inisial, yakni:
1. MW, angkatan 20112. WAS, angkatan 20113. HNH, angkatan 20124. HW, angkatan 2012
Selain memecat empat mahasiswa, rektor juga menjatuhkan skorsing kepada empat mahasiswa lainnya.
"Kami minta kepada semua teman-teman untuk membantu mendeteksi mahasiswa yang terlibat. Mahasiswa yang dipecat itu, sudah berkali-kali terlibat aksi anarkis. Itu berdasarkan laporan polisi juga. Makanya kami putuskan dikembalikan kepada orang tuanya," kata Masrurah.(*)



0 komentar:
Posting Komentar